Selasa, 17 Juni 2008

Dirimu

dirimu


Jika masih boleh kutulis....
maka akan kutulis ini......
Hanya untukmu......
ya!...hanya untukmu.....
Karena saat ini...
hanya kamu yang terus menyapaku......
dalam gelap sudut-sudut kamarku.....
jika boleh....
hanya sekedar balik menyapa.....
tapi tetap kamu seperti yang aku tau....
tak ada senyum....
dalam kelam kau begitu jelas....
kutatap namun tak dapat jabat.....
saat kau ulurkan tanganmu....
sampai kusadar itu hanya ilusiku....
jika boleh kukagumi dirimu....
seperti kukagumi rembulan itu.....
tak ada yang tau.....
hanya pengakuan dihatiku.....
tak ada yang tau!....
Tapi tetap.....
sama saja karena tanpa kemunafikan....
kau telah mengisi hari-hariku...
tak dapat kutolak......
jika aku benar-benar jatuh hati padamu....
masih kudengar detak jarum jam......
keras menertawakanku.....
seperti diriku saat dekat denganmu....
tapi....saat ini aku tak tau...
begitu susah untuk tertawa....
bahkan hanya tersenyum....
aku tak bisa....
tembokpun bisu saat kukatakan keresahanku....
kuceritakan semuanya....
semuanya…
namun tetap tak kudapat jawabnya….
kau kurasakan begitu jauh.....
seperti kutatap rembulan itu.....
hanya bisa kutatap dan ku puji kecantikanmu.....
namun tak dapat kuraba.....
sekedar memegang tanganmu aku tak bisa.....
sampai sadar itu hanya bayangmu….
yang tak bisa lepas dari hadapku....
telah kuselami segala relung hatiku...
telah kudaki terjal jurang kalbuku...
sekedar ingin tau dan kuhibur kegundahanku....
tapi hanya kutemukan dirimu.....
hanya dirimu!...



0 Comments: