Selasa, 17 Juni 2008

Kepada S

S****

March, 2006

Bulan ini aku telah bertemu sosok malaikat yang mempunyai kulit sehalus sutera, mata yang memancarkan sinar aurora, dan tatapan yang tajam seakan-akan pandangan ini yang dapat menusuk benak cakrawala hatiku. Aku hanya tersenyum melihat rona yang ada pada lentik bibirnya ketika paras wajahnya berbicara tentang kegembiraannya telah berjumpa dengan aku.

Malam ini telah kulewati bersama

Bidadari yang cantik nan mungil

Dengan senyum dan ukiran bibirnya

Dia telah membawaku terbang hingga ke atas langit

Oleh senyumannya, hatiku terasa sejuk

Oleh bentangan sayapnya, hidupku telah terisi

Oleh belaiannya, aku dapat merasakan kedamaian

Aku berharap, semoga dia sosok yang aku dambakan dan merupakan sosok yang berbeda dari sosok arogan yang lainnya, karena aku percaya bahwa dialah sosok yang agung dan akan mengisi suasana hatiku dengan setiap perbuatan sucinya.

Harapan terbesarku adalah

Menjadikanmu bidadari yang bernaung dan menempati hatiku

Dan disitu engkau akan kujadikan ratu abadi

Untuk mengisi kekosongan istanaku

Saat ini aku telah menciptakan sebuah lantunan syair yang menyuarakan tentang dia. Harapan demi harapan yang aku tuliskan didalam syair merdu bagi perasaanku untuknya.

Kepada S****

Yang aku harapkan

diA selalu ada untukku dan tidak pernah berpaling jauh dariku

tapi…

diA tidak akan pernah mengetahui perasaanku yang sebenarnya

meskipun lewat beberapa kuntum bunga yang telah aku berikan sebagai symbol ketertarikanku padanyA hahahaha…aku tertawa hingga perasaanku terdiam sejenak dan berkata…

hai… memang dialah orang yang tepat untuk menjadi pendampingmu”

Seketika itu pun aku tersentak “tidak…dia tidak akan memilihku karena aku tahu dia telah bercengkrama dengan sosok lain yang lebih hebat dari pada aku”

Dalam benakku sempat terbesit lantunan dari setiap lagu yang mengingatkanku padanyA.

Akupun sempat berpikir dan melamun dalam kehampaan dunia kosong yang terus membawaku untuk mengetahui perasaannyA padaku

Apa mungkin dan entah kapan, aku akan bertatapan mata kembali dengannyA untuk mengungkapkan bahwa aku sangat…

menghargainyA…

menghormatinyA…

bahkan hal yang baru saja aku rasakan untuk

menyayanginyA…

perasaanku mulai tertawa kembali untuk mengungkapkan rasa ragu yang ada di dalam hatiku

apa mungkin diA mempunyai perasaan yang sama kepadaku?”

Aku berlari meninggalkan kehampaan dan menuju lembah dimana antara amarah dan kedamaian menjadi satu dalam kisi-kisi emosi

Dan akupun tidak menemukan jawaban tentang perasaannyA padaku

Malam ini aku telah melahirkan mimpi yang paling indah untuk mendapatkan kasihmu. Dan, “apakah hal ini hanya akan terjadi di alam mimpi?”

Mungkin benar apa yang dikatakannyA

Aku terlalu “tolol” untuk tetap mempertahankan perasaan ini

Mengapa tak kuungkapkan dalam setiap kata-kata “bodoh”

Yang akan menuntunku untuk mengetahui isi hatinyA padaku

Karena dalam hatiku ada sekumpulan senyawa yang terus menerus berevolusi untuk selalu tetap…menyayanginyA…

Kegelisahan dan keheningan terus menemani di setiap perjalananku. Hingga pada suatu ketika mereka tersingkir oleh keyakinan cintaku padanya. Keyakinan ini membuat nafas batinku bersinar disaat dimana aku berdiri di permukaan yang tidak pernah berujung untuk menanyakan sebuah penantian jawaban atas perasaannya padaku.

wahai bidadari kecilku

ajaklah diriku terbang dengan sayapmu

berikanlah aku sentuhan kasihmu

tetesi perasaanku dengan kesejukan embun

tapi…

jangan pernah terbang meninggalkanku



April, 2006

Mata ku mulai terbuka oleh cahaya ufuk timur yang datang untuk membangunkan diriku dari peraduan mimpi di sepanjang malam yang indah bersama kehadirannya.

Bangunkan jiwaku dari kebekuan ini

Buatlah dia tersenyum karenamu

Yakinkan bahwa dirimu hanya tercipta dalam berbagai keindahan

Karena… Engkau adalah anugerah terindah yang terlahir untuk diriku

Kutipan nada-nada diatonis telah membuat perasaanku gamang oleh kemerduan suaranya. Suara bidadari yang pantas untuk menyembuhkan kegelisahan dan memadamkan amarah dari kobaran api emosi.

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari dimana antara dia dan aku akan menemukan suatu jawaban tentang kehadirannya di dunia ini

Membuat diriku benar-benar percaya bahwa hanya dialah yang tercipta untuk diriku dari keindahan-keindahan yang diberikan oleh Sang Causa Prima

Keberuntungan telah menyelimuti jiwaku, aku bahagia bisa dekat dengan hal yang paling berharga yang Tuhan berikan untukku

Meski masih banyak ribuan pertanyaan yang datang dalam benakku, tanpa ada satupun jawaban tentang kepastian

Sudah waktunya aku berdiri mencari jawaban kegelisahan hati. Aku berdiri meratapi dunia yang seakan-akan menjadi suram oleh perasaanku. Membuka pintu jiwa dimana bayangan suram akan menjauh dan akan kutemukan sebuah keberanian untuk mengungkapkan suatu hal yang selama ini telah terlelap.

Harapanku untuk memilikimu adalah bayangan terindah

Kehadiranmu disisiku menghangatkanku dari belaian angin yang dingin



Nafasmu adalah singgasana tempat hatiku akan bernaung

Dekapanmu merupakan pelukan suci yang menenangkan perasaanku

Tetapi…

Apakah aku akan terdiam dalam harapanku?

Apakah kehadiranmu akan selalu ada untukku?

Apakah nafasmu akan menjadi milikku?

Apakah dekapan itu dapat menemaniku dalam suka dukaku?

(kegelisahan hati)

Malam ini adalah kesekian kalinya aku merasakan ketakutan akan kehilangan dirinya. Aku terus terbayang-bayang wajahnya yang begitu cantik dan tidak kalah dengan hatinya yang begitu anggun sehingga terpancarlah sinar yang sangat gemerlap yang membuatku sangat ingin untuk meraihnya.

Dia adalah seorang wanita yang sanggup meluluhkan perasaanku

Membuat hari-hariku semakin berarti

Memadamkan setiap kisi-kisi dari emosi

Memberiku banyak makna di setiap kehadirannya

Mengapa hal ini harus kupertahankan dalam kebisuan ini?

Kebisuan yang telah membuat kegelisahan dalam jiwaku

Hatiku terus mengalami goncangan demi goncangan ketidak pastian

Saat ini waktu telah berbisik padaku dan memerintahkanku untuk membuat suatu kepastian yang akan mengeluarkan jiwaku dari asa dan kegamangan ini Akhirnya…



April 08, 2006

Selamat datang kepada hari dimana sebuah kepastian akan kuungkapkan dan terima kasih kepada waktu yang telah memerintahkan diriku untuk melakukan hal ini. Aku bertatapan mata kembali dengannya dan jiwaku berdekup dengan kencang melihat sosok sempurna yang ada dihadapanku. Rasa tidak percaya dan ketakutan yang selama ini menghantuiku harus aku hilangkan hari ini.

Kita saling bercengkrama dengan ditemani oleh rintik-rintik gerimis dan dinginnya hawa malam. Suasana takut yang akan kuutarakan masih sedikit ada di dekatku, sanubariku masih belum yakin tentang kejadian paling besar yang kualami saat ini.

Tuhan, berikanlah aku keyakinan tentang perasaan ini

Kirimkan aku sebuah keberanian untuk mengungkapkannya

Anugerahkanlah aku suatu harapan yang selama ini aku inginkan

Harapan untuk memilikinya dan mengubur seluruh rasa takut yang selama ini menemaniku

Kenyataan telah membawaku untuk mengungkapkan isi hatiku pada dirinya. Dia hanya terdiam dan mendatangkan sebuah teka-teki baru dalam pikiranku. Ketakutan sempat singgah dalam pikiranku untuk menyampaikan ketidak sanggupannya menerima diriku.

Dalam heningnya malam ini, perasaan ini aku serahkan kepadamu

Aku mohon berikanlah aku sesuatu yang sekiranya pantas untuk aku peroleh

Keikhlasan dan kepasrahan hatiku telah kusatukan untuk mendapatkan belaianmu malam ini

Akhirnya setelah lama terdiam, dia mengeluarkan senyum yang menghilangkan ketakutanku selama ini. Dan mengajak diriku untuk membuat suatu pernyataan yang aku baca darinya.

(sesungguhnya dia tak pernah tahu bahwa dia begitu berharga bagiku, yang dia tau aku adalah wanita yang tidak pernah mempedulikan perasaannya… tapi sesungguhnya…dibalik semua itu tersimpan banyak makna untuknya… dia tidak pernah mengajakku ke dalam pelukannya… hari berganti hari, waktu berganti waktu, dan pada akhirnya datang juga hari dimana ia mengajakku untuk dapat menjadi pendampingnya…kali ini aku hanya terdiam dan berpikir… akupun bersyukur karena telah menemukan jawaban dari semua perasaanku dan tak dapat membohongi lagi bahwa aku juga sangat menyayanginya)

Aku tersentak setelah membaca kata-kata itu, apakah kalimat ini akan menghantarkan diriku kedalam pelukannya. Keyakinan pelan-pelan tumbuh dengan rasa keberanian dari jiwaku untuk mengajak dirinya kedalam pelukanku.

Terima kasih Tuhan

Engkau telah memberiku perhiasan paling indah di dunia

Anugerah paling suci dari yang pernah ada

Keajaiban dunia pada tingkat kedelapan yang sesungguhnya hanya dimiliki dirinya

Sutera paling halus untuk menyelimuti perasaanku dari ketakutan

Memberiku kesejukan untuk menyembuhkan dahagaku

Parfum paling wangi seindah wangi surgawi

Bunga yang mekar layaknya edelweiss di tengah salju

Ilalang yang tumbuh diantara kerumunan mawar

Dan kesejukan embun pagi yang takkan pernah hilang

Kegamangan, ketakutan, kebimbangan dan asa telah hilang sepenuhnya dari perasaanku

Karena dirinya aku akan menjalani masa-masa yang terindah untuk mewarnai hidup ini dengan berbagai keindahan, kegembiraan, kesucian, kasih sayang dan cinta…

S****

Selamat datang dalam istanaku wahai ratuku…

Disini aku akan memanjakanmu dan membahagiakanmu layaknya seorang putri, karena akulah yang akan menjadi pangeranmu

pangeran tidak akan membiarkan istananya diselimuti kehampaan tanpa kehadiranmu

wahai putriku…

Untukmu bidadari kecilku…

Jangan pernah melepaskan sayapmu ketika mengajakku terbang tinggi

Maka aku akan memberikanmu kahyangan dimana hanya ada kehidupan antara aku dan engkau

Aku telah merasakan dekapan kedamaian yang ada dalam dirimu

Adalah rasa dimana bermilyar-milyar kasih berkumpul dan menghangatkan jiwaku dari setiap kabut dingin yang menyelimuti jiwaku

Mungkin aku bukan api yang sanggup menghangatkan tubuhmu disaat dingin menyerangmu

Tapi aku mempunyai kehangatan jiwa yang telah engkau miliki untuk membuat dirimu tetap merasa nyaman sekalipun di tengah-tengah salju yang dingin

Aku mempunyai hati yang terang melebihi lampu-lampu menara eiffell dan berlian roma yang masyur akan cahaya nilanya

Terima kasih S****

Untuk belahan jiwaku S**** Anggraini




0 Comments: