Selasa, 17 Juni 2008

S****



S – …

Dulu aku memang berangan-angan jika aku melepaskanmu kau akan kembali ke sisiku dan segalanya akan menjadi lebih baik. Meskipun aku tahu hal ini membutuhkan waktu yang relatif lama.

karena pada akhirnya aku sadar akan satu hal.
kau selalu punya ruang terbesar di hatiku.

S - ...


Kenyataan pasti di sini / kembali ke hari kemarin adalah tidak berguna / langit selalu sama hingga tak berubah / ke dunia tanpa bayangan, di kelilingi bunyi-bunyian / hingga suara yang membangunkanmu.

menangisi kegelapan dan menangkap cahaya yang berlimpah
aku terbangun di dunia baru
saat kau mengulurkan tanganmu. aku akan menemanimu segera.
Melayang lebih tinggi daripada siapapun,
mencapai tempat tanpa gravitasi
hitungan mundur ke kemerdekaan yang mengumumkan suara yang mengobarkan semangat

buka dan lebarkan sayap dan terbanglah!

debar jantung yang berjuang,
waktu yang berlalu, bergetar

aku terbangun di dunia baru
terdistorsi, teraduk, terlarut, mengalir mengikuti jejak yang
menembus langit tanpa akhir

mengisi melalui kegelapan dan menangkap cahaya yang berlimpah.
mencari saat yang menyertai aku mendapatkanmu dan menggenggam suaramu, mengepak semakin tinggi masa depan yang tertumpah dan tertuang
begitu bercahaya hingga aku terbangun di dunia baru.

Maafkan aku yang telah membuat senyum itu menjadi cintaku. walaupun aku berada pada aliran waktu yang berjalan terlalu cepat. Terlalu jauh terlewati / takkan lagi kembali terwarnai oleh cahaya damai / membuat matamu tertipu.


karena malam sepertinya telah merubah waktu menjadi mimpi.
bunga baru telah terlahir tepat di sampingmu.
bergerak melewati cahaya matahari yang ada diantara pepohonan.
potongan dari diriku, jadilah kuat dan terbanglah ke angkasa.
tanpa melihat masa lalu,
melewati lautan yang terbentang luas.

kuberharap akan ada kembali cahaya-cahaya itu.
karena kau disini, hidupku akan berlanjut selamanya.
kenangan-kenangan yang meluap di tanganku
tak akan mengering karena besok akan datang perlahan.


Malam ini kau hadir lagi bersama keangkuhan diriku / Hanya senyum tanpa interupsi / Namun demi Cinta / Kudengar kicau riuh burung pipit surga dalam lemah suaramu / Kulihat jejak-jejak langkah kecil tertatih dalam letih matamu / Kurasakan gelora semesta dalam hangat senyummu

Kaulah Malaikatku ….

Bahagia dan kerajaannya adalah tasbih suci impian di ujung ujung malam
Duka dan mahkotanya adalah setiap tetes air mata
Terus memintal benang benang emas dalam tenunan air sungai hijau

Malaikatku adalah harum bunga anggrek biru musim semiku
Tungku tungku pemanas dalam musim dinginku
Senandung rindu di musim gugurku
Dan bukanlah fatamorgana yang menipu musafir dimusim panasku

Namun demi Cinta,
Cinta adalah musim itu sendiri
Dan musim adalah waktu
Dan waktu seperti setan mengubah putih menjadi hitam
Menaburkan benih benih ilalang di padang rerumputan
Dan Malaikatku pun tertinggal di lembaran-lembaran lusuh

Hingga aku terbang dengan sayap sayap cupid
Berkelana di ratusan jiwa
Menghadirkan cinta tanpa cita
Dan sayap sayapku patah karena panah cintaku sendiri

Dalam redup pijar lilin
Malaikatku tertelungkup dengan tangan diwajahnya
Melepuhkan patung patung emas sepuhan
Mengirimkan sejuta kupu-kupu
Untuk membawaku kembali

Di lembaran-lembaran lusuh dan lilin yang tinggal sepenggal
Dalam riuhnya kicau burung pipit surga dan jejak jejak kecil
Kutemukan semesta berhenti dalam genggaman malaikatku
Tanpa musim tanpa waktu

Dan malam ini aku hadir lagi bersama malaikatku
Hanya kaku tanpa kata
Namun Demi Cinta!!
Aku akan mengerti ….

S - ...

Cerita tentang matahari tujuh warna
yang muncul dalam pita-pita
Kisah ini berawal dari hati yang sepi
karena jiwanya terbelah setengah, sementara
setengah yang lain terlempar entah kemana

Jarak menjadi tirai
namun waktu membuka jalan untuk ditempuh
Bagian yang satu mencari sebagian dirinya yang lain
di antara ruh yang setengah hidup
dan setengah mati
Mencari serupa dari alur dan jalur
yang dipahatkan pada keduanya

Cerita tentang jiwa yang terbelah
Bagian satu terpisah dengan bagian yang lain
Hanya satu petunjuk yang ditinggalkan surga
Sebuah tanda rasa yang menggetar
saat belahan yang satu
berada di radius belahan yang lain
bukan hanya dalam jarak,
namun juga kata

Ketika bertemu akhirnya,
maka matahari menjadi tujuh warna
dalam pita-pita

Aku mencintai imajinasi
Tempat ke mana aku lari
Saat harapan tak pernah mati
saat kebahagiaan mungkin abadi

Pengakuan dalam sebuah Isyarat

Kisah I...

Lalu berkatalah diA, Bicaralah pada kami perihal Cinta.

Dan diA mengangkatkan kepalanya dan memandang ke arah kumpulan manusia itu, dan keheningan menguasai mereka. Dan dengan suara lantang diA berkata:

Apabila cinta menggamitmu, ikutlah ia
Walaupun jalan-jalannya sukar dan curam
Apabila ia mengepakkan sayapnya,
Serahkanlah dirimu kepadanya
Walaupun pedang yang tersisip pada sayapnya akan membuatmu terluka.

Apabila ia berkata-kata
Percayalah engkau kepadanya
walaupun suaranya akan menghancurkan mimpimu
seperti angin utara yang memusnahkan taman-taman
karena sekalipun cinta memahkotakan kamu
Ia juga akan mengorbankan kamu
walaupun ia menyuburkan dahan-dahanmu
ia juga mematahkan ranting-rantingmu
walaupun ia memanjat dahanmu yang tinggi
dan mengusap ranting-rantingmu yang gemetar
dalam remang cahaya matahari
ia juga turun ke akar-akarmu
dan menggoncangkannya dari perut bumi

Semua ini akan cinta lakukan kepadamu
supaya engkau memahami rahasia hatinya
dan dengan itu menjadi wangi-wangian kehidupan
tetapi seandainya di dalam ketakutanmu
engkau hanya mencari kedamaian dan nikmat cinta
maka lebih baiklah engkau membalut dirimu

dan beredarlah dari halaman cinta yang penuh gelora
ke dunia gersang yang tidak bermusim
di sana engkau akan tertawa
tetapi bukan tawamu
dan engkau akan menangis
tetapi bukan dengan air matamu

Cinta tidak memberikan apa-apa melainkan dirinya
dan tidak mengambil apa-apa melainkan daripada dirinya
cinta tidak mengawal siapa
dan cinta tidak boleh dikawal oleh siapa
karena cinta lengkap dengan sendirinya

Dan apabila engkau berada di antara cinta
engkau tidak seharusnya berkata
“kejadian adalah hatiku,” sebaliknya berkatalah:
“aku adalah kejadian”

Dan janganlah engkau berfikir
engkau boleh menentukan arus cinta
karena seandainya cinta memberkatimu
ia akan menentukan arah perjalananmu

Cinta tiada nafsu melainkan dirinya
tetapi seandainya kamu ada di antara cinta
maka biarlah yang berikut ini menjadi nafasmu;
menjadi air batu yang cair
membentuk anak-anak sungai
yang menyanyikan melodi cinta
pada malam yang gelap gulita
untuk mengenal betapa pedihnya kemesraan
untuk merasa luka karena engkau kini mengenali cinta
dan rela serta gembira
melihat darah dari lukanya

untuk bangun pada waktu fajar dengan hati yang lega
dan bersyukur untuk satu hari lagi yang terisi cinta
untuk beristirahat ketika matahari remang
untuk mengingat kemanisan cinta yang pedih
untuk kembali ke rumahmu ketika air mati
dengan rasa syukur di dalam hati
dan dalam tidurmu berdoalah untuk kekasihmu
yang beryoga di dalam hatimu
dengan lagu syukur pada bibirmu


Kisah II...

Kemarin aku berdiri berdekatan pintu gerbang sebuah rumah ibadat dan bertanya kepada manusia yang lalu-lalang di situ tentang misteri dan kesucian cinta.

Seorang lelaki setengah baya menghampiri, tubuhnya rapuh wajahnya gelap. Sambil mengeluh dia berkata, “Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah, aku mewarisinya dari Manusia Pertama.”

Seorang pemuda dengan tubuh kuat dan besar menghampiri. Dengan menyanyi dia berkata, “Cinta adalah sebuah ketetapan hati yang ditumbuhkan dariku, yang rnenghubungkan masa sekarang dengan generasi masa lalu dan generasi yang akan datang.’

Seorang wanita dengan wajah melankolis menghampiri dan sambil mendesah, dia berkata, ‘Cinta adalah racun pembunuh, ular hitam berbisa yang menderita di neraka, terbang melayang dan berputar-putar menembusi langit sampai ia jatuh tertutup embun, ia hanya akan diminum oleh roh-roh yang haus. Kemudian mereka akan mabuk untuk beberapa saat, diam selama satu tahun dan mati untuk selamanya.’

Seorang gadis dengan pipi kemerahan menghampiri dan dengan tersenyum dia berkata, “Cinta itu laksana air pancuran yang digunakan roh pengantin sebagai siraman ke dalam roh orang-orang yg kuat, membuat mereka bangkit dalam doa di antara bintang-bintang di malam hari dan senandung pujian di depan matahari di siang hari.’

Setelah itu seorang lelaki menghampiri. Bajunya hitam, janggutnya panjang dengan dahi berkerut, dia berkata, “Cinta adalah ketidakpedulian yang buta. la bermula dari hujung masa muda dan berakhir pada pangkal masa muda.’

Seorang lelaki tampan dengan wajah bersinar dan dengan bahagia berkata, ‘Cinta adalah pengetahuan surgawi yang menyalakan mata kita. Ia menunjukkan segala sesuatu kepada kita seperti para dewa melihatnya.’

Seorang bermata buta menghampiri, sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah dan dia kemudian berkata sambil menangis, ‘Cinta adalah kabus tebal yang menyelubungi gambaran sesuatu darinya atau yang membuatnya hanya melihat hantu dari nafsunya yang berkelana di antara batu karang, tuli terhadap suara-suara dari tangisnya sendiri yang bergema di lembah-lembah.’

Seorang pemuda, dengan membawa sebuah gitar menghampiri dan menyanyi, ‘Cinta adalah cahaya ghaib yang bersinar dari kedalaman kehidupan yang peka dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya. Engkau bisa melihat dunia bagai sebuah perarakan yang berjalan melewati padang rumput hijau. Kehidupan adalah bagai sebuah mimpi indah yang diangkat dari kesedaran dan kesedaran.’
Seorang anak kecil berumur lima tahun menghampiri dan sambil tertawa dia berkata, “Cinta adalah ayahku, cinta adalah ibuku. Hanya ayah dan ibuku yang mengerti tentang cinta.”

Semua menyatakan harapan-harapannya dan mengungkapkan misteri-misteri kehidupannya.

Kisah III...

Aku akan melakukan segala apa yang telah engkau ucapkan tadi
Dan aku akan menjadikan jiwaku sebagai sebuah kelambu yang menyelubungi jiwamu.
Hatiku akan menjadi tempat tinggal keanggunanmu
serta dadaku akan menjadi kubur bagi penderitaanmu.
Aku akan selalu mencintaimu…sebagaimana padang rumput
yang luas mencintai musim bunga.

Aku akan hidup di dalam dirimu laksana bunga-bunga yang hidup oleh panas matahari.
Aku akan menyanyikan namamu seperti lembah menyanyikan gema loceng di desa
Aku akan mendengar bahasa jiwamu seperti pantai mendengarkan kisah-kisah gelombang.
Aku akan mengingatmu seperti perantau asing yang mengenang tanah air tercintanya,
Sebagaimana orang lapar mengingat pesta jamuan makan,
Seperti raja yang turun takhta mengingat masa-masa kegemilangannya,
Dan seperti seorang tahanan mengingat masa-masa kesenangan dan kebebasan.
Aku akan mengingatmu sebagaimana seorang petani yang mengingat bekas-bekas gandum di lantai tempat simpanannya,
juga seperti gembala mengingat padang rumput yang luas dan
sungai yang segar airnya.”

Setiap renungan nada-nada dari sebuah cinta
Sesungguhnya ia telah melebihi ucapan dalam pepatah kasih sayang
Dalam seluruh hal yang melebihi apapun
Karena pada sesungguhnya cinta itu ada dalam dirimu

Z.E.H
To S****

December 17, 2006 in GoReSan

0 Comments: