Senin, 23 Februari 2009

Mengapa

Mengapa,…

Aku tak mau aku terus terjerumus hingga ke dasar hatimu,

sekarang cukup kurasakan kusapa engkau dari jauh,

mungkin lebih baik, walau sapaku tak terbalas tantunya.

Tapi masih akan kuingat lewat kenangan ini,

saat kamu tersenyum,

saat tertawa,

saat diam membisu seperti batu,

saat suka dan dukamu semuanya,

mungkin itu sebagai wakil balasanmu untuk balik menyapaku.

Kenangan,

selalu akan kita ingat, dan tak mungkin kita bisa melupakannya,

hanya yang munafik yang mengatakan bisa.

Tapi bukan kita harus hidup dalam kenangan itu,

melainkan kita belajar hidup dari kenangan itu.

Sakit memang..

tapi bukankah kita tak akan merasakan senang kalau kita tak pernah susah,…

Bukan berusaha kita melupakan,

karena semakin berusaha untuk melupakan semakin kita akan mengingatnya.

Hari ini aku mungkin sakit,

tapi aku yakin suatu saat nanti aku pasti sembuh,

walau kapan akupun tak tahu,

hanya waktu yang akan menjawabnya…

Memang baiknya aku hadapi,

bukan aku sesali yang terjadi,

agar suatu saat nanti aku tidak mengatakan andai aku bisa mengembalikan waktu…

karena itu tak mungkin tentunya,

dan akan lebih sakit…

hari ini adalah hari ini,

esok pasti akan lebih baik,

Terlalu banyak waktumu terbuang,

jika tak bisa memang tak usah kita paksakan, lebih bijak jika katakan yang ada,

yang terasa,

jika sekarang takut membuat kecewa atau sakit,

kitapun tak bisa menjamin jika esok atau lusa tidak akan sakit atau kecewa,

jika jawabnya sama,

seperti yang kemarin.

Cukup sudah aku juga tak mau menjadi percobaan perasaanmu, akupun tak ingin kamu menghiburku,

atau belas kasihan.

Aku hanya mengatakan,

yang aku merasa perlu karena aku tak mau munafik,

atau menyesal suatu saat nanti,

memang menyakitkan mengatakan cinta jika tak berbalas,

tapi yang paling menyakitkan adalah jika saya cinta dan tak pernah mampu mengatakanya…

Aku tetap mengenalmu sampai saat ini, hanya saja aku tak mau jadi beban aku takut maafmu tak mampu menutupi kesalahanku, aku tak mau…




Doa Terjawab

Doa Terjawab

Aku minta kekayaan, agar aku bahagia...
namun Dia memberi kekurangan agar aku bijaksana.
Aku minta kuasa, agar aku di puja sesama...
namun Dia beri aku kelemahan agar aku bergantung pada Nya.
Aku minta kesehatan, agar aku dapat mengerjakan hal yang lebih besar...
Namun Dia beri aku anugerah agar aku mengerjakan hal yang lebih baek.
Aku minta segala sesuatu, agar aku menikmati kehidupan...
Namun Dia beri aku kehidupan agar aku menikmati segala sesuatu.
Aku tak selalu memperoleh apa yang aku minta...
Namun doaku selalu terjawab. Itu membuatku selalu bertahan...karena aku tau bahwa Dia ga akan mencobaiku melebihi kemampuanku. meski masih saja terkadang aku merasa aku tidak mampu...Namun selalu saja ada jawaban di kala aku benar2 merasa terjatuh...tapi sesering apapun aku terjatuh maka sesering dan secapatnya itu juga aku akan berusaha bangkit dan berlari mengejar semua mimpi dan harapan yang ada di benak ku...
Karena aku yakin...di kala ku menangis dalam doaku yang tulus, maka sesungguhnya Dia telah menghitung tetes demi tetes air mataku. Dan disaat aku tersenyum dengan penuh syukur, maka sebenarnya Dia telah berikan yang terbaek untukku jauh sebelum aku mengetahuinya...
God,don't leave me here...alone!!!


Doa Untuk Kekasih

Allah yang Maha Pemurah...

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya.

Terima kasih untuk saat - saat indah
yang dapat kami nikmati wlau dlm dunia maya.

Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.

Saya datang bersujud dihadapanMU...

Sucikan hati saya ya Allah, sehingga
dapat melaksanakan kehendak dan
rencanaMU dalam hidup saya

Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang
rusuknya, janganlah biarkan saya
merindukan kehadirannya...
janganlah biarkan saya, melabuhkan hati
saya dihatinya
kikislah pesonanya dari pelupuk mata
saya dan jauhkan dia dari relung hati
saya

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang
bersemayam didada ini dengan kasih dari
dan padaMU yang tulus, murni...
dan tolonglah saya agar dapat
mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk
saya...
ya Allah tolong satukan hati kami...
bantulah saya untuk mencintai, mengerti
dan menerima dia seutuhnya...
berikan saya kesabaran, ketekunan dan
kesungguhan untuk memenangkan hatinya...

Ridhoi dia, agar dia juga mencintai,
mengerti dan mau menerima saya dengan
segala kelebihan dan kekurangan saya
sebagaimana telah Engkau ciptakan...

Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh -
sungguh mencintai dan rela membagi suka
dan duka saya dengan dia...

Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa
saya ini...
lepaskanlah saya dari keraguan ini
menurut kasih dan kehendakMU...

Allah yang Maha kekal, saya mengerti
bahwa Engkau senantiasa memberikan yang
terbaik untuk saya...
luka dan keraguan yang saya alami, pasti
ada hikmahnya.

Pergumulan ini mengajarkan saya untuk
hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih
peka terhadap suaraMU yang membimbing
saya menuju terangMU...

Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar
menanti tibanya waktu yang telah Engkau
tentukan....

Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak
saya yang menjadi dalam setiap bagian
hidup saya...

Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan
mengabulkan permohonanku.

Amien..